Upacara Pembukaan Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi dan Kegiatan Coaching, Mentoring dan Konseling ASN di Lingkup Pemkab. Bogor Tahun 2023

Babakan Madang: Rabu, 15 MaretĀ 2023 Pukul: 09.00Ā WIB s.d selesai bertempat di Hotel Lorin Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor, Kepala BKPSDMĀ Kabupaten BogorĀ Bapak R.Irwan Purnawan, S.H,M.H., M.Kn didampingi oleh Kepala BidangĀ Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Kab. Bogor Ibu Rani Siti Nuraini, S.IP., M.Si mengadakan Upacara Pembukaan Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK) dan Kegiatan Coaching, Mentoring dan Konseling ASN bagi Kepala Sekolah SMP Negeri dan Penggerak Swadaya Masyarakat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.Ā Kegiatan Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK) akan berlangsung dari tanggal 15 s.d 16 Maret 2023 dengan jumlah jam pelajaran 15 JP, peserta sebanyak 40 orang, yang berasal dari kasubag program dan pelaporan pada dinas atau badan serta kasubag Program dan keuangan pada kecamatan. Kegiatan analisis Kegiatan Coaching, Mentoring dan Konseling ASN bagi Kepala Sekolah SMP Negeri pada tanggal 15 Maret 2023 dengan jumalah pelajaran 6 JP, sebanyak 40 orang berasal dari jabatan fungsional guru madya yang diberikan tugas tambahan sebagai kepala sekolah SMP. Selanjutnya Kegiatan Coaching, Mentoring dan Konseling ASN bagiĀ Penggerak Swadaya Masyarakat pada tanggal 16 Maret 2023 dengan jumlah pelajaran 6 JP, sebanyak 49 orang berasala dari jabatan fungsional penggerak swadaya masyarakat.Turut hadir dalam acara tersebutĀ Kepala Bidang Sertifikasi Kompetensi dan Pengelolaan Kelembagaan mewakili Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat Bapak Tugiman, S.E., M.M, Narasumber Pengawas Jenjang SMA pada Dissik Provinsi Jawa Barat, Cabang Dinas Wil. VII Ibu Dra. Ria Ratinah, M.Ed, Sub Koordinator Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional Ibu Hety Herdianti, S.H, Sub KoordinatorĀ Pengembangan Kompetensi TeknisĀ BapakĀ Ricky Mudzakir, S.STP., M.M.


Dalam Sambutan Kepala Bidang Sertifikasi Kompetensi dan Pengelolaan Kelembagaan BPSDM Prov. Jawa Barat Bapak Tugiman, S.E., M.M menyampaikan Manajemen ASN ada 14 Aspek, salah satunya Pengembangan Karier yang meliputi Kompetensi, Kebutuhan, Klarifikasi.Ā Kompetensi terdiri dari Manajerial, Teknis, Sosial / Kultural, Pemerintahan. Pengembangan kompetensi meliputi Pendidikan (SD, SMP, SMA dst), dan Pelatihan secara klasikal/ tatap muka, dan non klasikal (flexibility, sosial learning / coaching dan kegiatan belajar lain sepertiĀ belajar mandiri ,Ā komunitas belajar , bimbingan di tempat kerja dan magang/praktik kerja).Acara di buka oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Bogor Bapak R. Irwan Purnawan, S.H., M.H., M.Kn dan Laporan Panitia acara disampaikan oleh Kepala BidangĀ Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Kab. Bogor Ibu Rani Siti Nuraini, S.IP., M.Si.

Dalam Sambutan Kepala BKPSDM Kabupaten Bogor menyampaikan dengan beragamnya pelayanan publik diberbagai bidang dan sub-sektor pemerintah, tentunya membutuhkan ASN yang berkompeten sehingga mampu mendorong dalam pencapaian tujuan organisasi. Oleh karenanya kehadiran ASN dipandang sebagaiĀ investasi berharga yang akan membawa kemajuan bagi suatu organisasi dan berdampak terhadap perbaikan layanan kepada masyarakat. Sebagai upaya untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan adanya pengembangan kompetensi bagi ASN yang sesuai dan terukur. Dalam mencapai pelaksanaannya ada beberapa rangkaian yang harus dilakukan mulai dari inventarisasi jenis kompetensi baik secara individu dan organisasi, verifikasi, validasi kebutuhan serta rencana pengembangan kompetensi
.
Saat ini masih masih terjadi kesenjangan antara kompetensi yang dipersyaratkan untuk melaksanakan tugas dalam suatu jabatan dengan kompetensi yang dimiliki oleh pegawai. Dengan demikian program kediklatan hendaknya berorientasi pada kebutuhan, bukan keinginan ataupun rutinitas semata, sehingga diklat menjadi efektif dan tepat sasaran serta mendorong terciptanya SDM aparatur yang mendukung perangkat daerah lebih profesional dan mampu meningkatkan kinerja pemerintah secara keseluruhan. Oleh karena itu, analisis kebutuhan pengembangan kompetensi sangat penting untuk merencanakan kebutuhan pelatihan sehingga nantinya akan semakin sinkron antara kebutuhan kompetensi dengan jabatan kebijakan program pendidikan dan pelatihan di lingkungan pemerintah Kab. Bogor.
Perlu diketahui bersama bahwa setiap PNS mempunyai hak dan kesetaraan serta kesempatan yang sama untuk mengikuti pengembangan kompetensi yang dilakukan paling sedikit 20 jam pelajaran dalam satu tahun. Salah satu jenis pengembangan kompetensi yang paling efektif dan efisien untuk dilakukan yaitu : coaching dan mentoring. Kegiatan tersebut menerapkan konsep
10:20:70. Model pembelajaran tersebut terdiri dari
10% klasikal,Ā
20% belajar dengan kolega dan Ā
70% Ā pengalaman kerja. Dari komposisi tersebut dapat disimpulkan bahwa peranan atasan langsung dalam pengembangan kompetensi bawahannya sangat besar. Pengembangan kompetensi dilakukan berdasarkan pada hubungan kerja yang harmonis antara atasan langsung dengan bawahannya. Komunikasi yang dibangun tentang
Tugas yang sedang dijalankan, target yang akan dicapai, dan
kompetensi apa yang diperlukan untuk melaksanakan tugas dengan efektif. Dialog tentang pengembangan kompetensi fokus pada upaya pemenuhan kesenjangan kompetensi yang diketahui dari perbandingan antara kompetensi saat ini dengan standar kompetensi jabatan.

